KEDOKTERAN OKUPASI PDF

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. The abstract is typically a short summary of the contents of the document.

Author:Tumi Zolorr
Country:Liechtenstein
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):13 July 2013
Pages:311
PDF File Size:13.57 Mb
ePub File Size:17.31 Mb
ISBN:641-3-54673-662-7
Downloads:68369
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakalar



Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website.

Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. The abstract is typically a short summary of the contents of the document.

Novendy, M. Cut Warnaini, M. Lukman Hilfi, M. Rina K Kusumaratna, M. Arisanti, MSc. Nita dr. Shirley I Moningkey,M. Trevino A. Pakasi, M. S, Ph. Insi Farida Desy Arya,M. Catur S Sulistiyana, M. Eka Nurhayati, M. Marita Fadhilah, Ph. Yanti Harjono M. Pitut Apriliana,M. Maskito A Soerjoasmoro, M. Erni Hermijanti, M.

Ernawati Tamba M. Lusia Adolfina R Amahorseja, M. Gani, M. S — Fakultas Kedokteran Atmajaya, Jakarta dr. Dian Kusuma Dewi, M. Dani, M. ISBN no. Pegangsaan Timur no. Badan Kerjasama Ilmu Kesehatan Page 4 Kata Pengantar Sejak dimulainya Kurikulum Inti Pendidikan Dokter III tahun , fakultas-fakultas kedokteran mempunyai interpretasi yang beragam disesuaikan dengan keberadaan sumber-sumber dalam masingmasing institusi.

Lebih jauh lagi, kemudian perbedaan latar belakang staf-staf pengajar ketika duduk di bangku kuliah maupun dalam pendidikan lanjut sangat beragam dan mewarnai pelaksanaan KIPDI III. Di samping perkembangan pendidikan di dalam negeri, dinamika masyarakat dan negara, perubahan iklim, hubungan internasional sangat mempengaruhi Indonesia — yang tentu saja mempengaruhi masalah-masalah kesehatan dari tingkat nasional sampai ke tingkat masyarakat di suatu wilayah kecamatan, bahkan desa.

Dinamika perubahan yang relatif sangat cepat perlu diantisipasi oleh dokter-dokter sehingga penekanan pada KIPDI III pun lebih banyak pada kemampuan-kemampuan generik seorang lulusan dokter agar bisa beradaptasi dimanapun mereka ditempatkan.

Hal ini pun juga terjadi pada materi ajar yang diampu dalam keilmuan Ilmu Kesehatan Masyarakat — Kedokteran Pencegahan atau yang kemudian berkembang dengan nama Ilmu Kedokteran Komunitas. Di dalam pertemuan-pertemuan Badan Kerjasama IKM-KP IKK nasional maupun di regional 3 Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten , staf-staf pengajar menemukan berbagai keragaman materi, waktu pemberian, dan metode pemberian yang pada akhirnya menyebabkan perbedaan standar penguasana lulusan dokter pada materi ajar ini.

Setelah terbitnya Standar Kompetensi Dokter Indonesia tahun yang merupakan edisi revisi, maka lebih jelas apa yang menjadi target pendidikan: keterampilan generik yang harus dikuasai, penguasaan masalah kesehatan yang dihadapi, dan juga tingkat keterampilan medik serta keterampilan dalam bidang Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas.

Seri tersebut adalah: 1. Modul Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga 2. Modul Kepaniteraan Klinik Kedokteran Okupasi 3.

Modul Kepaniteraan Klinik Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Akhir kata kami berharap agar modul-modul ini dapat terlaksana, serta mendapatkan feedback dalam pelaksanannya, sehingga kami dapat melakukan perbaikan-perbaikan modul serta pelaksanaan pendidikan.

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh fakultas kedokteran di regio 3 atas terselenggaranya rapat-rapat regional kami, sehingga tercapai penyelesaian modul-modul ini. Perjuangan sejak tahun dimana kami memulai rapat-rapat untuk menentukan topik yang sebaiknya diberikan dalam rangka implementasi Kurikulum Inti Pendidikan Dokter yang ketiga, akhirnya telah membuahkan hasil.

Setelah lahirnya standar kompetensi dokter Indonesia tahun , kami berusaha menyesuaikan materi-materi yang ingin dicapai dalam pendidikan dokter, sehingga bisa memenuhi standar kompetensi lulusan tersebut.

Modul ini merupakan modul generik yang bisa dikembangkan oleh masing-masing fakultas kedokteran. Salah satu impian bersama, adalah para penyusun adalah agar kami bisa mempunyai standar assessment di setiap universitas sehingga, dapat dilakukan pertukaran penguji yang meningkatkan akreditasi universitas dan fakultas kedokteran tersebut.

Kami menyadari bahwa banyak hal yang perlu diperbaiki di dalam pembuatan modul kepaniteraan ini, diantaranya adalah kesepakatan waktu pemberian yang masih bervariasi tergantung dari kesiapan dan ketersediaan sumber daya di masing-masing fakultas kedokteran.

Kami berharap bahwa buku modul ini menjawab kebutuhan berbagai universitas dan pada tahap selanjutnya kita semua bisa bersepakat membuat lahan-lahan pendidikan bersama. Apabila ada kritik dan saran, kami dengan senang hati menerima untuk perbaikan modul ini di masa yang akan datang. Sasaran kedokteran okupasi adalah individu dalam lingkup pekerjaannya dengan pengendalian faktorfaktor risko yang mempengaruhi status k esehatan tenaga kerja.

Intervensi yang dilakukan adalah intervensi medis yang meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Berbeda dengan kesehatan kerja dari percabangan ilmu Kesehatan Masyarakat yang melakukan pengendalian risiko kesehatan dari aspek lingkungan.

Meskipun berbeda, kegiatan dokter dalam lingkup tenaga kerja ini sangat berkaitan erat dengan pengendalian lingkungan, aspek manajemen dan juga kebijakan-kebijakan, baik yang sifatnya lokal sampai ke tingkat nasional.

Tugas-tugas kesehatan dan keselamatan kerja di atas sebagian dapat dijalankan oleh dokter. Namun lebih luas daripada itu, dokter dapat membantu mempertahankan kesehatan pekerja di dalam lingkungan yang tidak fisiologis tersebut agar tercapai tugas-tugas dalam K3 seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang. Lingkup tugas seorang dokter lebih kepada pengendalian penyakit akibat kerja yang telah ditetapkan dalam Keppres RI no. Secara khusus, seorang lulusan baru dari Fakultas Kedokteran mempunyai kemampuan untuk: 1 mampu menjalankan langkah-langkah diagnosis penyakit akibat kerja; 2 mengindentifiaksi faktor-faktor risiko dan 3 menyusun suatu rekomendasi atau rancangan bagaimana program pengendalian penyakit yang cocok untuk tempat kerja tertentu.

Badan Kerjasama Ilmu Kesehatan Page 8 Penyakit-penyakit akibat kerja sangat banyak dan pembuktiannya membutuhkan pemeriksaan yang khusus. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kepaniteraanmembutuhan pendekatan multidisiplin dengan ahli-ahli kesehatan lingkungan, teknik lingkungan dan sebagainya. Di samping itu mengingat durasi yang sempit di dalam kepaniteraan IKM-IKPIKK, maka seharusnya konsep-konsep pendekatan diagnosis penyakit akibat kerja dapat diterapkan di dalam kepaniteraan modul-modul lainnya, termasuk juga kasus-kasus kecelakaan kerja.

Area 4 1. Area 5 1. Area 6 1. Area 7 1. Menerapkan tujuh langkah keselamatan pasien Melakukan langkah-langkah diagnosis penyakit akibat kerja dan penanganan pertama di tempat kerja, serta melakukan pelaporan penyakit akibat kerja Melakukan langkah-langkah diagnosis penyakit akibat kerja dan penanganan pertama di tempat kerja, serta melakukan pelaporan penyakit akibat kerja Merencanakan program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat termasuk kesehatan lingkungan Memperlihatkan kemampuan penelitian yang berkaitan dengan lingkungan Melakukan rehabilitasi medik dasar Melakukan rehabilitasi sosial pada individu, keluarga dan masyarakat Badan Kerjasama Ilmu Kesehatan Page 10 Merencanakan, mengelola, monitoring, dan evaluasi asuransi pelayanan kesehatan, misalnya JKN, jamkesmas, jampersal, askes, dll Menyusun rencana manajemen kesehatan Tujuan Tujuan umum Setelah menyelesaikan modul ini mahasiswa dapat melakukan menerapkan prinsip-prinsip kedokteran okupasi dalam layanan primer Tujuan Khusus Setelah menyelesaikan modul ini mahasiswa mampu: 1.

Melakukan identifikasi faktor-faktor risiko yang dapat menimbulkan penyakit dan kecelakaan akibat kerja di institusi kerja 2. Mampu melakukan langkah-langkah diagnosis penyakitdan kecelakaan akibat kerja 3. Mampu memberikan pelayanan komprehensif kesehatan kerja mencakup upaya promotif, preventif 4. Mampu menjelaskan pelayanan kuratif, rehabilitatif -must seen 5.

Mampu memberikan rekomendasi kepada institusi kerja atas temuan di tempat kerja Karakterisik mahasiswa Mahasiwa yang mengikuti kepaniteraan ini telah menyelesaikan program pendidikan sarjana kedokteran, dan secara khusus telah mendapatkan materi mengenai kedokteran komunitas dan kedokteran keluarga di tingkat pendidikan sarjana, yang mencakup materi mengenai: 1. Kedokteran okupasi 3. Identifikasi masalah atau fenomena 2.

Faktor eksternal yang berhubungan dengan promosi dan pencegahan kesehatan di komunitas 2. Faktor internal yang berhubungan dengan promosi dan pencegahan kesehatan di komunitas di keluarga 2. Clinical reasoning 5. Analisis faktor biopsikososiokultural 6.

Implementasi diagnosis banding 7. Prioritas masalah 8. Telaah evaluasi ilmiah untuk hasil yang diinginkan pada pasien 9. Telaah informasi keefektifan pembiayaan Determinasi dan inisisasi penatalaksanaan Evaluasi dan tindak lanjut Aplikasi rujukan klinis II Melakukan pencegahan penyakit disease - doctor's aspect dan keadaan Sakit illness - patient's aspect 1. Penegakan diagnosis holistic 2.

Penatalaksanaan komprehensif pembinaan keluarga: home visit, family conference , terpadu, bersinambung 3. Pencegahan dengan medikamentosa 4. Pencegahan dengan meningkatkan imunitas 5. Pencegahan dengan pendekatan lingkungan biopsikososioeknomikultural dan lingkungan fisik physical environment 6.

Perubahan perilaku kesehatan 7. Manajemen pelayanan pasien yang berkualitas pengobatan rasional, patient safety, komunikasi 8. Advokasi intervensi politis dan peraturan untuk meningkatkan kesehatan kelompok Badan Kerjasama Ilmu Kesehatan Page 15 III Penerapan biostatistik dan epidemiologi klinik 1.

Penerapan konsep pengukuran pada praktik kedokteran 2. Interpretasi artikel kedokteran; rancangan penelitian 2. Anamnesis berpusatkan pada pasien 2.

CALCULO CON GEOMETRIA ANALITICA DE SWOKOWSKI EN PDF

juke universitas lampung

General Information The Indonesian Occupational Medicine Association IOMA is the only Occupational Medicine professional organization in Indonesia with more than members who are mainly concerned about improving the health of the workers to maintain their productivity. It is expected that around national and international participants will attend this event. Numbers of scientific activities will discuss topics covering occupational diseases, workplace accidents, infectious and non-communicable diseases and controlling health risk in the work environment. For Event Registration, click event. Participant can choose one of the workshops, and join one day workshop on 6th October with the following topics: 1. Occupational Audiometry and Spirometry Training 4. Comprehensive Return to Work Management 6.

GILBRETH CHEAPER BY THE DOZEN PDF

dr. Dewi Sumaryani Soemarko, M.S., Sp.Ok

.

Related Articles